Maryam Kayyisah Alfatih : Do’a sepanjang masa untukmu tercinta

image

Hari ini, 26 juli 2011 yang bertepatan dengan 24 sya’ban 1432 H, abi dan ummi menunaikan salah satu sunnah Rasulullah atas kelahiranmu tercinta..sunnah yang dilakukan di hari ketujuh kelahiranmu, aqiqah..di hari ini pula abi dan ummi resmi memberi nama engkau dengan nama yang akan menjadi panggilanmu. Bukan hanya di dunia, namun juga di akhirat. Nama yang akan menjadi do’a yang selalu melekat padamu sepanjang masa.
Maryam Kayyisah Alfatih…
Ya, itu lah nama sekaligus do’a abadi yang abi dan ummi berikan kepadamu tercinta..memang baru hari ini engkau secara resmi menyandang nama itu, namun abi dan ummi butuh berbulan-bulan untuk memikirkan do’a terbaik untukmu..
Maryam Kayyisah Alfatih..
Maryam..nama itu mungkin sudah tidak asing bagi khalayak umum..nama itu juga mungkin tidak asing bagimu..sejak dalam kandungan engkau sudah sering mendengar nama itu..ya, nama itu sering abi sebut saat abi membacakan hafalan ali-imran abi. Maryam adalah nama yang Allah abadikan di Al-Qur’an yang menandakan kemuliaan penyandang nama itu, yang tidak lain adalah ibunda Nabi Isa AS. Penyandang nama itu adalah perempuan terbaik di masanya, perempuan yang ahli ibadah, menjaga kesuciannya, dan mewakafkan dirinya untuk mendekatkan diri pada Allah..
Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, ” Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu). Wahai Maryam! Taatilah Tuhanmu, sujud, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.” (QS Ali-Imran 42 dan 43)
Ya Allah, jadikan putri kami memiliki kesholehan dan keimanan sebagaimana Maryam binti ‘Imran
Maryam Kayyisah Alfatih
Kayyisah…mungkin nama ini kurang familiar didengar olehmu dan orang-orang..ummi butuh waktu lama untuk dapatin nama ini..ternyata nama ini terdapat di perkataan Rasulullah SAW yang mulia sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud yand dihasankan Syeikh Albani
Rasulullah bersabdaAl Kayyis man dana nafsahu wa’amila limaa ba’dal mauti, Al Ajis man ittaba’ahawaahu watamana’allaAllahi al amaany
Yang artinya orang cerdas atau sempurna akalnya adalah orang yang mampu mengendalikan nafsu dan beramal untuk hari setelah mati. Orang bodoh adalah orang yang mengikuti nafsu dan berangan-angan tentang Allah dengan angan-angan yang panjang”
Kayyisah..abi dan ummi ingin dikau menjadi orang yang cerdas, orang yang sempurna akalnya, dan orang yang jernih akalnya yang mampu mengendalikan nafsu dan selalu beramal untuk hari setelah mati sebagaimana hadist Rasulullah. Abi dan ummi tidak ingin dikau menjadi orang-orang yang diperbudak hawa nafsu dan menunda-nunda kebaikan hingga menjadi orang yang ajis.
Sudahkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagi tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya? Atau apakah engkau mengira kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. (QS Al-Furqan : 43 – 44)

Ya Allah, jadikan putri pertama kami orang yang sempurna akalnya yang mampu mengendalikan nafsu dan bersegera beramal untuk hari akhir.

Maryam Kayyisah Alfatih
Al fatih…abi dan ummi ambil dari nama seorang pahlawan islam, Muhammad Al Fatih, sebagai do’a abadi untukmu dan adik-adikmu kelak. Beliau adalah pemimpin terbaik yang memimpin pasukan terbaik pada masa itu. Beliau adalah orang yang merealisasikan janji Rasulullah SAW 800 tahun sebelumnya, yaitu penaklukan Konstantinopel (sekarang Istanbul).
Rasulullah bersabda, “kota konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan” (diriwayatkan Imam Ahmad)

Ya Allah, jadikan anak keturunan kami sebaik-baiknya pemimpin dan sebaik-baiknya jundi (pasukan).

Ya Allah, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkan kepada kami cara-cara melakukan ibadah kami dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang (do’a nabi Ibrahim di surat Al-Baqarah ayat 128)

Abi-Ummi : saat ini dan 22 tahun yang lalu

Beberapa hari ini dan masa mendatang, momen baru dalam hidupku dimulai. Momen yang mengingatkanku pada perjuangan berat bapak dan ibu. Kemarin, 18 sya’ban 1432 H yang bertepatan dengan 20 Juli 2011, dia – bayi perempuan pertama kami- lahir di dunia…
Kehadiran dia membuka mataku lebih dalam terhadap jasa ayah dan ibuku…perjuangan istriku saat mengandungnya, melahirkannya, dan merawatnya dalam keadaan berat lagi payah menyadarkan lebih dekat tentang perjuanganan ibu sejak 23 tahun lalu, saat ruhku mulai ditanamkan dalam janin di rahim ibuku, 22 tahun lalu saat ibu berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkanku, masa setelahnya. ibu dalam keadaan kepayahan selalu menjagaku….momen ini kembali berulang di depanku saat aku mendampingi istriku mengandung di masa-masa payah, melahirkan (meskipun telat 10 menit), dan menjaga buah hati kecil kami dengan mengabaikan rasa lelah, kantuk, dan payah kami di waktu siang dan malam..rasa kantuk, sakit dan lelah kami singirkan ketika mata ini baru terpejam, tiba-tiba dikau menangis ingin disentuh, kedinginan, buang air, atau lapar….sungguh besar jasamu padaku, IBU..sungguh pantas, ketika Rasulullah bertanya siapakah yang dia cintai, Beliau nenjawab : IBU, IBU, IBU, baru, AYAH…..
Kelahiran dikau menambah satu lagi amanah dari suami menjadi ayah. Posisi yang sekaligus mengingatkanku pada 22 tahun yang lalu, mengingatkanku tentang begitu besar peran ayah dalam hidupku. Sang ayah dengan sabar menjaga bayi kecil agar terjaga makanannya dari makanan yang buruk lagi haram. Sang ayah menjagamu siang malam tanpa lelah dan tiada lengah mencegah seekor nyamuk pun mendekati kulit lembutmu. Sang ayah dengan setia menemani sang ibu agar senantiasa kuat merawatmu. Beliau bekerja dengan keras agar dikau tiada menderita kekurangan sedikit pun…beliau juga senantiasa mendo’akanmu dengan memberikan nama kepadamu nama yang paling baik, panggilan dunia dan akhirat…sungguh pantas jika namanya disematkan di belakang namamu dan menjadikan beliau orang yang harus dikau cintai setelah ibu.

Ya Allah semoga momen baru ini menjadikan diriku semakin berbakti pada kedua orang tuaku..sungguh merugi orang yang baru saja menjadi ibu atau ayah jika tidak mampu menjadikan momen ini untuk lebih mencintai kedua orang tuanya.
“Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, dan sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka menyanyangi kami semasa kecil”
“Ya Allah, pertemukan kami dan kedua orang tua kami dalam surgamu kelak, sungguh engkau maha pengasih lagi maha penyayang”.

Membuka Tabir Jihad bagian 1 : makna dan kedudukan jihad

Akhir-akhir ini pemberitaan tentang terorisme semakin marak menghiasi berbagai media informasi. Banyaknya aksi pemboman maupun teror yang diklaim sebagai “jihad” telah menyita perhatian masyarakat. Akibatnya, banyak orang dengan bebas berkomentar tentang masalah terorisme dan jihad meskipun mereka sebenarnya tidak memiliki pengetahuan tentang masalah jihad, apalagi pernah ikut berjihad fisabilillah.Padahal, suatu permasalahan kalau tidak diserahkan ke ahlinya maka akan bertambah parah masalah tersebut. Logikanya, ketika kita mempunyai masalah tentang kimia, kita akan bertanya ke ahli kimia, bukan ke ahli IT. Ketika kita ingin tanya tentang shalat kita akan bertanya ke orang yang ahli shalat yang senantiasa menjaga shalatnya, bukan ke orang yang jarang shalat. Hal yang sama seharusnya ketika kita bingung tentang jihad maka kita harus menanyakan ke orang yang pernah berjihad dan faham tentang jihad, bukan ke orang yang tidak pernah merasakan panasnya peperangan di Jalan Allah. Oleh karena itu, pembahasan tentang jihad berikut saya ambil dari buku Syari’at Jihad karangan Dr. Abdullah Azzam. Beliau adalah salah satu tokoh penting dalam jihad afghanistan melawan penjajah komunis, Uni Soviet tahun 80-an. Beliau juga seorang alim yang menimba ilmu di Mekkah hingga beliau meninggalkan pekerjaannya tersebut untuk fokus di medan Jihad. Beliau juga salah satu tokoh Ikhawanul Muslimin yang ikut di jihad Palestina tahun 67-an.

Makna Jihad

Jihad secara bahasa berasal dari kata jahada – yajhadu – jahdan. Jika dibaca al-juhdu maka berarti kemampuan sedangkan jika dibaca Al-jahdu berart kepayahan atau puncak.

Secara syar’i maka para ulama telah sepakat jihad berati berperang dan tolong-menolong di dalamnya. Imam Hanafi berkata ” jihad adalah menyeru orang kafir kepada dien islam dan memerangi mereka jika tidak mau menerimanya” (Fathu Qadir, 5/781). Ulama malikiyah mengatakan jihad adalah orang memerangi orang kafir yang tidak ada perjanjian untuk menegakkan Kalimatullah atau mendatangi mereka atau memasuki buim atau negaranya. Hal senada jug diungkapkan ulama Safi’iyah dan Hanabillah.

Jadi Jihad Fisabillah itu berarti berperang di jalan Allah untuk menegakkan kalimat Allah

Kedudukan jihad

Jihad atau berperang di jalan Allah adalah puncak segala amal ibadah seorang muslim. Dalam kitab hadist arba’in karangan Imam Namawi, beliau mengutip hadist yang diriwayatkan Imam Tarmidzi dengan status hasan-shahih Rasulullah bersabda ‘ Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad’.
Imam Bukhari meriwayatkan, “Rasulullah SAW pernah ditanya, ‘amal apakah yang pahalanya setara dengan pahala seorang mujahid?’ Beliau bersabda, ‘ Kalian tidak akan bisa melakukannya.’ ‘Amal apakah itu?’….’Kalian tidak akan bisa mengerjakannya.’ Kemudian beliau bersabda, ‘ Apakah kalian mampu mengerjakan, yaitu kalian masuk masjid dan kalian shalat tanpa henti, atau berpuasa tanpa berbuka?’ Orang-orang itu berkata,’ Siapakah orang yang mampu melakukan hal itu?’ Beliau bersabda, ‘Itulah pahala seorang mujahid, permisalan mujahid yang berjihad di jalan Allah adalah serupa dengan orang yang terus berpuasa tanpa berbuka dan serupa dengan orang yang terus mengerjakan shalat dan qiyamullail tanpa berhenti, engkau tidak berhenti mengerjakan qiyamullail dan puasa hingga sang mujahid pulang.”

Jihad juga merupakan pembeda antara seorang mukmin dengan orang-orang munafik. Di al-qur’an, terutama surat at-taubah Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang malas berperang di jalan Allah dengan alasan-alasan yang dibuat-buat adalah orang munafik. Imam muslim meriwayatkan, Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa yang mati sedangkan dia tidak pernah berperang di jalan Allah dan tidak pernah terbesit dalam dirinya keinginan untuk berperang, maka dia mati dalam salah satu cabang kemunafikan.”

 

Smoke bomb

Kali ini kita akan membahas bagaimana membuat smoke bomb. Berbeda dengan bomb yang digunakan kasus yang marak akhir-akhir ini, smoke bomb atau bom asap tidak berbahaya. Selain itu, smoke bomb juga dapat dengan mudah dibuat menggunakan bahan-bahan sederhana  di rumah kita. Ada dua jenis smoke bomb yang akan kita bahas dalam tulisan ini, yaitu klasik smoke bomb dan ultimate colour smoke bomb

Klasik smoke bomb

Klasik smoke bomb sangat mudah dibuat, namun hanya menghasilkan asap yang berwarna putih saja. Bahan utama pembuatan klasik smoke bomb adalah gula pasir dan potasium nitrat (merupakan pupuk tanaman, dapat dibeli di toko pupuk).

Cara 1 : cepat, namun agak sedikit kurang aman

Campurkan dua bagian gula dan tiga bagian potasium nitrat (misal 2 sendok makan gula dan 3 sendok makan potasium nitrat, terserah sebanyak apa yang dibuat namun usahakan 2 : 3) di pengorengan. Panaskan dengan api sedang (jangan terlalu besar ) sambil diaduk dengan sendok plastik.  Pemanasan dan pengadukan dilakukan hingga gula dan potasium nitrat meleleh dan tercampur sempurna membentuk pasta kemudian jauhkan dari api. Dengan menggunakan sendok plastik sebagai cetakan, buat bulatan dengan adonan tersebut seperti saat membuat kue. taruh adonan di alumunium foil dan biarkan mengering.

Bawa smoke bomb yang telah dibuat ke lapangan terbuka. Dekatkan api kecil ke smoke bomb tersebut dan asap yang besar dan banyak akan muncul seperti yang ada di film dan game.

Detail bisa dilihat di situs berikut :

http://video.about.com/chemistry/How-to-Make-a-Smoke-Bomb.htm

Cara 2 : sedikit lebih lama namun lebih aman

Cara berikut insya Allah lebih aman, namun sedikit lebih lama karena tidak menggunakan pemanasan saat mencampurkan gula dengan potasium nitrat. Campurkan dua bagian gula dan tiga bagian potasium nitrat (misal 2 sendok makan gula dan 3 sendok makan potasium nitrat, terserah sebanyak apa yang dibuat namun usahakan 2 : 3) di baskom plastik. Tambahkan sedikit air dan aduk (pake sendok plastik) hingga merata dan membentuk pasta. Selanjutnya taruh di atas alumunium foil dengan cara sama seperti cara 1. Biarkan 1 – 2 hari (tergantung suhu udara dan kelembaban) agar adonan yang telah dicetak mengering,

Smoke bomb siap digunakan seperti cara sebelumnya.

Ultimate colour smoke bomb

Jika klasik smoke bomb hanya menghasilkan warna putih maka ultimate smoke bomb dapat menghasilkan warna asap yang berwarna warni seperti pada game dan film. Prosedur pengerjaan sebenarnya sama dengan klasik, namun kita perlu menambahkan 2 – 3 sendok makan pewarna pakaian atau lukisan yang tahan air pada pasta campuran gula dan potasium nitrat. Tambahkan juga 1 sendok teh soda kue dan aduk hingga merata.

cara menggunakan smoke bomb ultimate sama seperti klasik smoke bomb

Selamat Mencoba ..!!!!!!!!!!

Membuat Balon Mengembang tanpa ditiup

Kali ini kita akan melakukan percobaan sederhana membuat balon tanpa kita harus meniupnya. Bahan-bahan ini bisa didapatkan dengan mudah di rumah kita.

Bahan :

1. asam cuka (umumnya kadar yang dijual di warung sekitar 25 %)

2. baking soda atau soda kue atau kapur tulis

3. botol air mineral 600 mL

4. balon

5. air

cara kerja

1. Isi botol mineral dengan air cuka 1 botol

2. tambahkan air secukupnya hingga 3/4 botol

3. aduk hingga merata

4. Masukkan 3 – 4 soda kue ke dalam balon

5. Dengan tanpa menjatuhkan soda kue ke botol, pasang balon ke mulut botol

6. masukkan baking soda yang di dalam balon ke botol dengan mengoyang-goyang balon

Segera setelah tercampur, gas akan muncul dari larutan dan membuat balon mengembang tanpa harus ditiup

Penjelasan :

asam cuka bersifat asam mengandung H+

baking soda (NaHCO3) dan kapur tulis (CaCO3) memiliki gugus karbonat

saat tercampur terjadi reaksi

2H+ + CO3 2- –>  CO2 + H2O

gas CO2 (karbondioksida) yang dihasilkan akan membuat balon mengembang

Masa-masa sebelum kelahiran Rasulullah : Do’a yang meLegenda

Seorang bapak berjalan bersama istrinya  dan anaknya yang masih bayi menyusuri padang pasir yang sangat panas hingga sampailah mereka tiba di suatu lembah kering. Laki-laki tersebut kemudian meninggalkan keduanya dengan tanpa berbicara sama sekali.

“Ibrahim, apakah ini perintah Allah?” Tanya Hajar dengan lemah.

“Ya” Jawab Ibrahim as

“Kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami” sahut Hajar dengan tenang karena dia yakin bahwa Allah tidak akan menzalimi dirinya dan ismail yang masih bayi.

Nabi Ibrahim pun berdo’a ” Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. ” (QS 14 :37)

Akhirnya Allah menakdir di tengah perjuangan berat Ibunda Ismail mencari air untuk bayinya yang masih kecil, tiba-tiba muncul air dari gertakan kaki Ismail. Sumber air tersebut kemudian menjadi tempat para musafir singgah dan berkembangkah lembah kering tersebut menjadi suatu kota yang dikenal sebagai Makkah sebagaimana do’a Nabi Ibrahim.

Beberapa tahun setelahnya, ketika Ismail beranjak remaja dan dipertemukan oleh Allah bertemu sang ayah, Allah memerintahkan mereka untuk membangun ka’bah di Mekkah, Masjid pertama yang dibangun umat manusia. Setelah membangun ka’bah, Nabi Ibrahim dan Ismail berdo’a :

Ya Tuhan kami terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. “

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. “ (QS Al-Baqarah : 127-129)

Dalam do’a tersebut, Nabi Ibrahim memohon kepada Allah agar  ada keturunan dari Nabi Ibrahim dan Ismail yang diangkat menjadi seorang Rasul di Tanah Haram tersebut. Do’a ini diucapkan Nabi Ibrahim sekitar 2000 tahun sebelum masehi.

Ternyata masa-masa tahun setelahnya, banyak lahir Rasul dari keturuan Nabi Ibrahim, yaitu Nabi Ya’kub, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Isa, dan nabi-nabi lain yang hanya Allah yang tahu. Namun, kesemuanya nabi tersebut bukan dari nabi Ismail, namun dari adik beliau, yaitu Nabi Ishak…hingga awal permulaan masehi, tidak pernah terdengar ada Rasul yang berasal dari keturunan Nabi Ismail. Pada masa itu, dunia mengalami masa kosong kenabian setelah Nabi Isa diangkat oleh Allah ke langit. Umat Nasrani menunggu nabi penerus seorang Rasul akhir zaman yang dijanjikan Nabi Isa dengan ciri-ciri yang sangat jelas. Umat Yahudi pun melakukan hal yang sama.

Akhirnya Do’a itu dijawab oleh Allah….sekitar 2600 tahun setelahnya….

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, ” (QS Al-Jumu’ah : 2)

Allah mengutus Muhammad bin Abdullah bin Hasyim yang merupakan keturunan Nabi Ismail sebagai Rasul terakhir bagi umat manusia. Rasul yang pada awalnya diutus kepada kaum yang ummi sisa-sisa keturuan Ismail as di lembah Mekkah kemudian seluruh umat manusia. Rasul yang Allah tugaskan untuk melanjutkan sekaligus menutup estafet da’wah kenabian Nabi Adam hingga Nabi Isa as. Rasul yang selama ini dijanjikan oleh Nabi Isa dan Musa as. (bersambung, insya Allah)

 

Hikmah yang bisa diambil :

1. Kita tidak pernah tahu apakah do’a kita segera dikabulkan, ditunda beberapa masa, atau bahkan ditunda oleh Allah hingga di akhirat. Allah lebih mengetahui hal yang terbaik untuk kita. Sebagai manusia, kita wajib berikhtiar dan bertawakal kepada Allah.

2. Dalam berdo’a, usahakan kita mendo’akan keluarga dan keturunan kita karena kewajiban kita untuk menjaga mereka dari api neraka.

3. Masalah kenabian adalah hak preogatif Allah. Dia lebih mengetahui kepada siapa kenabian itu akan diberikan. Dia telah menghendaki Muhammad bin Abdullah menjadi Rasul penutup.

4. Ka’bah adalah Rumah Allah yang pertama kali dibangun manusia.

slide kuliah biopang

Teman-teman ini slide kuliah biopang. Silahkan diunduh

enzim_pangan

carrageenan

karbohidrat_2011

Mengambil hikmah dari penguasa Yerussalem, dulu dan kini (1)

Yerusalem merupakan kota yang sangat menarik dalam sejarah peradaban umat manusia. Kota yang terletak dalam wilayah Palestina (yang sekarang dikangkangi orang-orang Israel) merupakan saksi sejarah peradaban moral dan akhlak bangsa-bangsa dunia.

Penguasa Yerussalem sebelum Kenabian Rasulullah

Kota ini dulu merupakan daerah yang dijanjikan Allah kepada kaum bani Israel pengikut Nabi Musa a.s. seteleh mereka diselamatkan Allah dari kehinaan penindasan Fir’aun. Namun, Bani Israel enggan masuk ke kota itu. Bukan hanya enggan namun menghina perintah tersebut. Insiden ini diabadikan dalam Al-Qur’an :

“Mereka berkata: “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya”. (Al-Maidah :22)

Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja”.  Al-Maidah :24)

Karena peningkaran mereka kepada perintah Allah maka Allah menimpakan kehinaan pada mereka. Janji Allah kepeda mereka pun dicabut dan mereka terombang-ambing tanpa arah hingga 40 tahun. Setelah masa 40 tahun, Mereka pun akhirnya menguasai Yerussalem dengan pembantaian yang sangat kejam. Mereka mengusir bangsa Kanaan yang merupakan bangsa Asli Yerussalem. Keingkaran mereka di kota itu semakin menjadi hingga Allah memberi azab kepada mereka berupa serangan balasan dari bangsa Kanaan dan Bani Israel mengalami kekalahan yang hina serta terusir dari Palestina. Ditengah situasi yang tidak menentu mereka kemudian meminta kepada orang shalih diantara mereka mencarikan pemimpin yang dapat menangkat derajat mereka dan menguasai Yerussalem. Allah kemudian menakdirkan Thalut sebagai pemimpin mereka Kisah ini terdapat di penghujung Juz 2 Al-Qur’an. Setelah itu, Allah mengutus Nabi Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, dan Isa untuk menegakkan agama tauhid di kota tersebut. Namun, pengingkaran dan kerusakan moral bani Israel (Yahudi) sudah sangat luar biasa. Nabi Yahya dan zakaria dengan izin Allah mereka bunuh. Nabi Isa’ ditindas hingga Allah menyelamatkan Nabi Isa dari rencana makar pensaliban. Di tengah masa-masa jeda kenabian Sulaiman ke Nabi Zakaria, Yerussalem juga sempat diduduki bangsa Babolania baru yang beragama pagan dan Sasania (Persia) penyembah Majusi. Kerusakan moral mereka juga sama bejatnya dengan bangsa yahudi.

Pengikut agama paulus (kristen) yang mula-mula tertindas kemudian mendapatkan suaka dari kerajaan Romawi. Kristen semakin kuat di Romawi meskipun itu dibayar dengan hancurnya akidah orang-orang kristen akibat akulturasi dengan agama pagan Romawi. Mereka kemudian menghacurkan kaum Yahudi di Yerussalem sehingga bangsa Yahudi tersebar ke seluruh penjuruh bumi, termasuk jazirah arab. Sebagian bangsa Yahudi menyusup dalam agama kristen dan menghancurkan tataran teologi yang telah lapuk sebelumnya akibat akulturasi dengan pagan Romawi. Sebagian Yahudi menjadi bangsa pengacau di kota tersebut. Namun, ulah kaum Kristen Romawi yang menguasai kota tersebut tidak kalah bejat. Mereka menetapkan pajak yang tinggi atas rakyat, memaksakan agama kristen ke penduduk palestina, dan menodai tempat-tempat ibadah. Kejadian ni tersus berlanjut hingga Islam membebaskan kota itu.
Sejarah ini menunjukkan begitu bejatnya kaum  Yahudi dan Kristen. Yerussalem hanya sebuah contoh dari kebejatan mereka di tempat-tempat lain.

(bersambung Insya Allah)

Tariq bin Ziyad, Sang pembebas kegelapan eropa

Mendung   hitam   menggelayut  di  atas  bumi  Spanyol.  Eropa  sedang dikangkangi  oleh  penjajah,  Raja  Gotik  yang  kejam.  Wanita merasa terancam  kesuciannya,  petani  dikenakan pajak tanah yang tinggi, dan banyak lagi penindasan yang tak berperikemanausiaan. Raja  dan  anteknya  bersuka ria dalam kemewahan sedang rakyat merintih dalam  kesengsaraan. Sebagian besar penduduk yang beragama Kristen danYahudi,  mengungsi  ke Afrika, berharap mendapat ketenangan yang lebih menjanjikan. Dan saat itu Afrika, adalah sebuah daerah yang makmur dan mempunyai  toleransi  yang  tinggi  karena  berada  di  bawah  naungan pemerintahan Islam.

Satu  dari  jutaan  pengungsi  itu  adalah Julian, Gubernur Ceuta yang putrinya  Florinda  telah  dinodai Roderick, raja bangsa Gotik. Mereka memohon  pada  Musa  bin  Nusair,  raja  muda  Islam  di  Afrika untuk memerdekakan negeri mereka dari penindasan raja yang lalim itu. Setelah  mendapat  persetujuan Khalifah, Musa melakukan pengintaian kepantai  selatan  Spanyol. Bulan Mei tahun 711 Masehi, Tariq bin Ziyad, budak Barbar yang juga mantan pembantu Musa bin Nusair memimpin 12.000 anggota  pasukan  muslim  menyeberangi selat antara Afrika dan daratan Eropa.

Begitu  kapal-kapal  yang  berisi  pasukannya mendarat di Eropa, Tariq mengumpulkan  mereka  di  atas sebuah bukit karang, yang dinamai Jabal Tariq  (karang Tariq) yang sekarang terkenal dengan nama Jabraltar. Diatas bukit karang itu Thariq memerintahkan pembakaran kapal-kapal yang telah menyeberangkan mereka. Tentu  saja  perintah  ini membuat prajuritnya keheranan. “Kenapa Andalakukan ini?” tanya mereka. “Bagaimana kita kembali nanti?” tanya yang lain.

Namun  Tariq  tetap pada pendiriannya. Dengan gagah berani ia berseru,”Kita  datang  ke  sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya pilihan,menaklukkan negeri ini dan menetap di sini, atau kita semua syahid. Keberanian  dan  perkataannya yang luar biasa menggugah Iqbal, seorangpenyair   Persia,  untuk  menggubahnya  dalam  sebuah  syair  berjudul”Piyam-i Mashriq”: “Tatkala  Tariq membakar kapal-kapalnya di pantai Andalusia (Spanyol), Prajurit-prajurit  mengatakan,  tindakannya tidak bijaksana. Bagaimanabisa  mereka  kembali  ke  negeri Asal, dan perusakan peralatan adalahbertentangan  dengan hukum Islam. Mendengar itu semua, Tariq menghunus pedangnya,  dan  menyatakan bahwa setiap negeri kepunyaan Alloh adalah kampung halaman kita.”

Kata-kata  Tariq  itu  bagaikan  cambuk yang melecut semangat prajuritmuslim  yang  dipimpinnya.  Bala  tentara muslim yang berjumlah 12.000 orang  maju  melawan  tentara  Gotik yang berkekuatan 100.000 tentara. Pasukan   Kristen   jauh   lebih   unggul  baik  dalam  jumlah  maupun persenjataan. Namun  semua  itu  tak mengecutkan hati pasukan muslim.

Tanggal  19  Juli tahun 711 Masehi, pasukan Islam dan Nasrani bertemu, keduanya  berperang  di  dekat  muara sungai Barbate. Pada pertempuran ini,  Tariq  dan pasukannya berhasil melumpuhkan pasukan Gotik, hingga Raja  Roderick  tenggelam  di  sungai  itu. Kemenangan Tariq yang luar biasa  ini,  menjatuhkan semangat orang-orang Spanyol dan semenjak itu mereka  tidak  berani  lagi  menghadapi  tentara Islam secara terbuka.

Tariq  membagi  pasukannya  menjadi  empat  kelompok, dan menyebarkan mereka  ke Kordoba, Malaga, dan Granada. Sedangkan dia sendiri bersamapasukan  utamanya  menuju  ke Toledo, ibukota Spanyol. Semua kota-kota itu  menyerah tanpa perlawanan berarti. Kecepatan gerak dan kehebatanpasukan  Tariq  berhasil melumpuhkan orang-orang Gotik.

Rakyat Spanyol yang   sekian   lama   tertekan   akibat   penjajahanbangsa  Gotik, mengelu-elukan  orang-orang  Islam.  Selain  itu, perilaku  Tariq dan orang-orang   Islam   begitu  mulia  sehinggamereka  disayangi  oleh bangsa-bangsa  yang ditaklukkannya.

Salah satu pertempuran paling seru terjadi  di  Ecija,  yang membawakemenangan bagi pasukan Tariq. Dalam pertempuran  ini,  Musa bin Nusair, atasannya, sang raja muda Islam di Afrika  ikut  bergabung dengannya.

Selanjutnya,  kedua  jenderal itu bergerak  maju  terus berdampingan dan dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun   seluruh  dataran  Spanyol jatuh  ke  tangan  Islam.  Portugis ditaklukkan  pula  beberapa tahun kemudian.

“Ini merupakan perjuangan utama  yang  terakhir  dan  paling sensasional bagi bangsa Arab itu,” tulis Phillip K.Hitti, “dan membawa masuknya wilayah Eropa yang paling luas  yang  belum  pernah mereka peroleh sebelumnya ke dalam kekuasaan Islam. Kecepatan pelaksanaan dan kesempurnaan keberhasilan operasi ke Spanyol   ini  telah  mendapat tempat  yang  unik  di  dalam  sejarah peperangan  abad  pertengahan.”

Penaklukkan  Spanyol oleh orang-orang Islam  mendorong timbulnya revolusi sosial di mana kebebasan beragama benar-benar  diakui. Ketidak toleranan  dan  penganiayaan  yang  biasa dilakukan orang-orang Kristen, digantikan oleh toleransi yang tinggi dan kebaikan  hati yangluar biasa.

Keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu,  sehingga  jika tentara  Islam  yang  melakukan  kekerasan akan dikenakan hukuman berat. Tidak ada harta benda atau tanah milik rakyat yang  disita. Orang-orang Islam memperkenalkan sistem perpajakan yang sangat  jitu yang  dengan cepat membawa kemakmuran di semenanjung itu dan menjadikan negeri teladan di Barat. Orang-orang Kristen dibiarkan memiliki  hakim sendiri untuk memutuskan perkara-perkara mereka. Semua komunitas   mendapat   kesempatan  yang  sama  dalam  pelayanan  umum.

Pemerintahan  Islam  yang  baik  dan  bijaksana  ini membawa efek luar biasa.  Orang-orang  Kristen  termasuk  pendeta-pendetanya  yang  pada mulanya  meninggalkan  rumah  mereka  dalam keadaan ketakutan, kembali pulang  dan  menjalani  hidup yang bahagia dan makmur. Seorang penulis Kristen   terkenal  menulis:  “Muslim-muslim  Arab  itu  mengorganisir kerajaan  Kordoba  yang baik adalah sebuah keajaiban Abad Pertengahan, mereka  mengenalkan obor pengetahuan dan peradaban, kecemerlangan dan keistimewaan  kepada  dunia  Barat.  Dan  saat  itu Eropa sedang dalam kondisi  percekcokan  dan  kebodohan  yang  biadab.”

Tariq  bermaksud menaklukkan   seluruh   Eropa,   tapi  Alloh menentukan  lain.  Saat merencanakan  penyerbuan  ke  Eropa,  datang panggilan dari Khalifah untuk  pergi  ke Damaskus. Dengan disiplin dan kepatuhan tinggi, Tariq memenuhi  panggilan  Khalifah  dan berusaha tiba  seawal  mungkin di Damaskus.  Tak  lama  kemudian, Tariq  wafat di  sana. Budak Barbar, penakluk  Spanyol, wilayah Islam terbesar di Eropa yang selama delapan abad di bawah kekuasaan Islam telah memenuhi panggilan Rabbnya. Semoga Alloh merahmatinya.

diambil dari http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&task=view&id=496&Itemid=24 dan https://arsipsiroh.wordpress.com/2007/05/28/tariq-bin-ziyad-mengukir-karang-dengan-namanya/#comment-31 (dengan editan gambar oleh saya sendiri)

Benarkah 2 Mei merupakan hari pendidikan?

Persyarikatan Muhammadiyah yang lebih dulu berdiri dan berkiprah di banding Taman Siswa justru tak dijadikan acuan  pemerintah untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Padahal, dibanding Taman Siswa yang bercorak Theosofis, peran Muhammadiyah dalam bidang pendidikan di Indonesia lebih besar, bahkan hingga kini.

Setiap tanggal 2 Mei, pemerintah Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tanggal ini merujuk pada hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara, sosok yang dianggap berperan penting dalam memajukan pendidikan nasional. Siapa Ki Hadjar Dewanatara? Bagaimana pemikirannya? Apakah kiprahnya layak dijadikan acuan sebagai Hari Kebangkitan Nasional?
Raden Mas Soewardi Soeryaningrat alias Ki Hadjar Dewantara dilahirkan di Yogyakarta pada 2 Mei 1889. Seperti halnya Raden Ajeng Kartini, hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara juga dijadikan peringatan nasional. Garis silsilah Ki Hadjar Dewantara berasal dari keturunan aristokrat Mataram. Ayahnya, Pangeran Soerjaningrat, adalah anak dari Paku Alam III. Pangeran Soerjaningrat adalah orang yang sejak muda  menggeluti alam pikiran Barat, kebatinan, filsafat, dan sastra. Pergaulannya untuk mendalami bidang tersebut sangat luas, diantaranya dengan tokoh-tokoh seperti dr Wahidin Soedirohoesoedo (pendiri Boedi Oetomo), Pastor Van Lith (Pastor Jesuit yang menjalankan misi pendidikan di kalangan kebangsaan), dan G.A.J Hazeau (asisten Snouck Hurgronje yang juga aktif dalam mengembangkan pendidikan sekular).
Ki Hadjar Dewantara menghabiskan masa kecil sebagai anak seorang elit Jawa yang lekat dengan dunia kebatinan. Masa kanak-kanak dan remajanya  dipengaruhi oleh sastra Jawa, agama Islam, dan ajaran-ajaran Hindu purba. Ki Hadjar juga seorang pengagum cerita-cerita mitos dalam dunia pewayangan. Bagi orang Jawa, wayang adalah pertunjukan lakon yang melambangkan kehidupan dan kemanunggalan antara kawula dan gusti.
Ki Hadjar menamatkan pendidikan dasarnya di Europese Lagere School (Sekolah Dasar Eropa) dan kemudian melanjutkan ke pendidikan guru di Yogyakarta. Pada tahun 1905, Ki Hadjar masuk ke sekolah kedokteran di Batavia, STOVIA. Di sinilah ia bertemu dengan beberapa aktivis lainnya dan mulai banyak terlibat dalam aksi-aksi dan pemikiran tentang kebangsaan. Saat Boedi Oetomo dideklarasikan di STOVIA, Ki Hadjar diserahi tugas sebagai pimpinan bagian propaganda.
Pada tahun 1913 sampai 1919, Ki Hadjar tinggal dalam pembuangan di negeri Belanda. Di negeri inilah ia banyak berkenalan dengan tokoh-tokoh pergerakan lainnya yang telah lebih dulu tinggal di sana. Di  Belanda pula, Ki Hadjar banyak bertemu dengan para aktivis Theosofi dan tokoh-tokoh Belanda, seperti Abendanon, Stokvis, Jonkman, Theodore Conrad van Daventer, dan Van Koll. Mereka semua adalah tokoh-tokoh yang banyak memainkan peranan penting dalam membentuk kader-kader pribumi yang berpola pikir barat dan Theosofi.
Ketika berada dalam pembuangan, Ki Hadjar juga banyak terpengaruh oleh para pemikir seperti Rabindranath Tagore, Maria Montessori, dan Rudolf Steiner. Tagore adalah seorang pujangga dan ahli ilmu jiwa dari India yang sering menjadi rujukan para aktivis Theosofi. Tagore mempunyai lembaga pendidikan bernama “Shanti Niketan”, di sebelah utara Kota Kalkutta. Tagore mempunyai konsep pendidikan “bebas” dan “merdeka”, yaitu bahwa pendidikan adalah semata-mata dijadikan alat dan syarat untuk memperkokoh hidup kemanusiaan sedalam-dalamnya. “Bebas” maksudnya adalah terlepas dari ikatan apapun, dan “merdeka” maksudnya adalah bebas mewujudkan ciptaan berupa apapun dan hanya boleh terikat oleh kodrat alam dan zaman.
Sedangkan Motessori adalah ahli pendidikan dari Italia yang mempunyai sekolah “Casa dei Bambini”. Montessori menjalankan konsep pendidikan dengan mementingkan hidup jasmani anak-anak didik dan mengarahkan kepada kecerdasan budi. Dasar utama pendidikan, bagi Montessori, adalah kebebasan dan spontanitas untuk mendapatkan kemerdekaan yang seluas-luasnya. Dan Rudolf Steiner, tokoh ketiga yang menjadi rujukan Ki Hadjar, adalah seorang pendiri Antrophosophy Society, sebuah gerakan yang dimotori oleh para aktivis Kristen yang sejalan dengan pemikiran Theosofi.
…Buya Hamka menyenbut Taman Siswa sebagai gerakan abangan, klenik, dan primbon Jawa yang mengamalkan ritual shalat daim.
Kelak, pemikiran para tokoh tersebut yang sangat berbau Theosofi mempengaruhi pola pendidikan yang ada pada Taman Siswa, lembaga pendidikan yang didirikan  KI Hadjar Dewantara. Dalam buku ”Perkembangan Kebatinan di Indonesia”, Buya Hamka menyenbut Taman Siswa sebagai gerakan abangan, klenik, dan primbon Jawa yang mengamalkan ritual shalat daim. Dalam kepercayaan kebatinan, shalat di sini bukan bermakna ritual seperti yang dijalankan umat Islam, tetapi shalat dalam pengertian kebatinan, yaitu menjalankan kebaikan terus menerus. Setiap kebaikan adalah shalat, setiap eling kepada Tuhan adalah shalat. Begitulah ajaran yang dipercaya oleh kalangan kebatinan, termasuk para tokoh Taman Siswa.
Ritual shalat daim banyak dilakukan oleh aktivis Theosofi, sebuah aliran kebatinan yang berada di bawah pengaruh pemikiran Yahudi. Dan kelak, cita-cita dan pola pikir Taman Siswa sama sebangun dengan Gerakan Theosofi. Ini disebabkan, para pendiri Taman Siswa seperti Ki Hadjar Dewantara dan Ki Sarmidi Mangoensarkoro adalah orang-orang yang berada di bawah pengaruh Theosofi.
Taman Siswa, Kebatinan, dan Cita-Cita Theosofi
Taman siswa didirikan di Yogyakarta pada 3 Juli 1922. Tokoh lain di balik Taman Siswa adalah Ki Sarmidi Mangoensarkoro. Dilahirkan di Surakarta, 23 Mei 1904, Ki Sarmidi adalah anak seorang pegawai Keraton Surakarta yang memegang teguh ajaran Theosofi. Ia menamatkan pendidikannya di Arjuna School Jakarta, dan menjadi anggota Perkumpulan Pemuda Theosofi. Ki Sarmidi juga pernah menjadi Ketua Jong Java cabang Yogyakarta. Di Kalangan anggota Taman Siswa, selain Ki Hadjar Dewantara, Ki Sarmidi-lah sosok yang disebut-sebut sebagai perumus, pemikir, dan pelaksana cita-cita Taman Siswa. Arjuna School adalah sekolah milik aktivis Theosofi dan Jong Java adalah organisasi Perhimpunan Pemuda Jawa yang kental dengan nilai-nilai Theosofi dan kebatinan Jawa.
Meski tak setenar nama Ki Hadjar Dewantara, nama Ki Sarmidi Mangoensarkoro juga diabadikan oleh pemerintah pada sebuah jalan di daerah Menteng, Jakarta Pusat.Pemerintah menganggap Ki Sarmidi sebagai tokoh pendidikan, di samping tokoh-tokoh lainnya. Padahal, dalam buku “Pengantar Goeroe Nasional” Ki Sarmidi yang memang anggota Theosofi ini, banyak mengambil pemikiran George Sydney Arundale, Presiden Theosofi Internasional ketiga setelah Annie Besant. Aneh memang, organisasi Theosofi yang secara resmi pernah dilarang pemerintah, namun pemikiran para tokohnya masih dianggap memiliki peran penting dalam pendidikan bangsa ini.
Cikal bakal Taman Siswa berasal dari diskusi rutin pada Selasa Kliwon yang dipimpin oleh Pangeran Soeryamentaram. Pangeran Soeryamentaram alias Ki Ageng Soeryamentaram adalah nama dari Bendara Raden Mas Kudiarmadji putra Sri Sultan Hamengkubowono VII yang lahir pada 20 Mei 1892. Pengembaraan batinnya sangat luas. Ia mempelajari agama Nasrani dan juga masuk ke dalam Theosofi. Karya terbesar Ki Ageng Soeryamentaram adalah membuat sebuah konsep kebahagian yang ia sebut sebagai Ilmu Kawruh Begja
Peserta diskusi ini sering disebut dengan istilah “Gerombolan Selasa Kliwon.” Mereka adalah, Ki Hadjar Dewantara, R.M Soetatmo Soerjokoesoemo, R.M.H Soerjo Poetro, Ki Pronowidigdo, Ki Sutopo Wonoboyo, Ki Surjodirjo, BRM Subono, dan Pangeran Soeryamentaram. Setiap pertemuan, mereka mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan kebatinan, yaitu usaha untuk “membahagiakan diri, membahagiakan bangsa, dan umat manusia.” Inilah yang menjadi asas Taman Siswa, yaitu perpaduan antara pendidikan barat dan kebatinan dalam mewujudkan suatu kemerdekaan batin, kemerdekaan pikiran, dan kemerdekaan tenaga.
Berdirinya Taman Siswa dianggap sudah sesuai dengan cita-cita kebatinan. Selain itu, seperti halnya Freemasonry dan Theosofi yang menomorsatukan kemanusiaan, cita-cita Taman Siswa juga dengan tegas dinyatakan tidak akan mengabaikan nilai hidup yang lebih tinggi, yaitu kemanusiaan. Artinya, Taman Siswa menomorsatukan pengabdian kepada kemanusiaan, dan tidak disinggung sedikitpun mengenai ketuhanan.
Taman Siswa mengamalkan apa yang mereka sebut sebagai Panca Dharma alias Lima Pengabdian, yaitu:Kemerdekaan, Kodrat Alam, Kebudayaan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan. Tak ada dictum yang menyebutkan pengabdian terhadap ketuhanan inilah yang menyebabkan timbulnya kecurigaan dari kalangan umat Islam saat itu bahwa Taman Siswa jauh dari nilai-nilai Ketuhanan dan anti terhadap agama.
Di antara yang mengkritik asas dan cita-cita Taman Siswa adalah Mingguan Abadi. Dalam artikelnya, pada 2 Januari 1972. Abadi menilai tidak dicantumkannya soal ketuhanan mencerminkan bahwa Taman Siswa jauh dari kepercayaan terhadap ketuhanan dan lebih mementingkan kemanusiaan. Taman Siswa juga dinilai mengabaikan sila Ketuhanan yang tercermin dalam ideologi negara, Pancasila.
Kritik terhadap keberadaan Taman Siswa dari kalangan Islam saat itu cukup beralasan, mengingat banyak organisasi kebangsaan yang lahir pada masa itu, terutama yang berada di bawah pengaruh Theosofi, banyak melakukan pelecehan terhadap ajaran-ajaran Islam. Melihat keberadaan Taman Siswa yang sama sekali tidak mencantumkan diktum tentang Ketuhanan dalam asas dan cita-citanya, umat Islam saat itu beranggapan bahwa Taman Siswa jauh dari nilai-nilai ketuhanan dan agama, dan lebih mementingkan kehidupan batin dan pola pikir barat.
Kecurigaan itu tak berlebihan, sebab dalam beberapa pidato para petinggi Taman Siswa, termasuk pemikiran pendirinya Ki Hadjar Dewantara, corak kebatinan dan Theosofi begitu kental terasa. Hal ini diperkuat lagi, ketika Taman Siswa menyatakan bahwa dalam menjalankan roda pendidikannya, mereka menggunakan tiga sistem among, yaitu:Mengabdi kepada prikemanusiaan, membangun kepribadian sesuai kodrat alam, dan membangun kemerdekaan. Sekali lagi, tidak disebut sedikitpun tentang ketuhanan.
Mereka yang tergabung dalam Taman Siswa sering disebut “Keluarga Besar yang Suci” yang mempunyai sikap lahir dan batin. Dan Ki Hadjar Dewantara mendapat julukan sebagai “Bapak dari Keluarga Besar yang Suci.” Istilah-istilah ini mengingatkan kita pada Theosofi. Soekarno pernah menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara lebih disebabkan oleh panggilan mistik, ketimbang lainnya.
Pemikiran Ki Hadjar Dewantara memang sangat Theosofis. Ia misalnya mengatakan bahwa semua agama di dunia sama, karena mengajarkan asas kasih sayang kepada sesama manusia dan mengajarkan perihal kedudukan manusia yang terhormat di hadapan Tuhan-nya. Ki Hadjar berkeyakinan bahwa sumber gerak evolusi seluruh alam semesta adalah kasih sayang ilahi. Inilah yang disebut dengan istilah “kodrat alam”. Asas kodrat alam bagi Ki Hadjar adalah menyatunya aspek yang diperhamba dan aspek yang dipertuhan, dari setiap benda-benda.
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantara mendapat gelar dari pemerintah sebagai Bapak Pendidikan Nasional.Tanggal kelahirannya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Tapi, sejarah harus ditulis secara jujur dan terang, bahwa Ki Hadjar Dewantara yang dianggap sebagai tokoh pendidik bangsa ini, sejatinya adalah seorang Theosof, yang banyak menggali ide-ide pemikiran barat dan memadukannya dengan kebatinan. Konsep pendidikannya jelas berkiblat ke barat, sekaligus netral dari agama, meskipun ia sendiri mengaku sebagai seorang Muslim.
Muhammadiyah dan KH  Achmad Dahlan: Pelopor Pendidikan Nasional
Dalam buku ”Kota Yogyakarta Tempoe Doeloe: Sejarah Sosial 1880-1930”, sejarawan senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Abdurrachman Surjomihardjo, menyebutkan bahwa berdirinya organisasi Muhammdiyah yang bergerak dibidang pendidikan pada tahun 1912 adalah wujud dari keprihatinan KH Achmad Dahlan terhadap maraknya berbagai lembaga sekolah yang dikelola oleh kalangan Kristen dan Freemasonry. Pada saat itu, masyarakat di Yogyakarta menyebut organisasi Freemasonry sebagai ”Gerakan Kemasonan”.
Sebelumnya, KH Achmad Dahlan adalah anggota Boedi Oetomo. Belakangan, ia keluar dari Boedi Oetomo karena melihat banyak dari aktivisnya yang sangat anti terhadap Islam. KH Achmad Dahlan bahkan pernah berupaya mengadakan pengajian bagi anggota Boedi Oetomo, namun upaya itu ditolak. Inilah yang kemudian membuatnya keluar dari organisasi tersebut dan mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu, ketika Muhammadiyah berdiri, dengan kalimat sindiran para aktivis Muhammadiyah mengatakan, ”jika agama berada di luar Boedi Oetomo, maka sebaliknya politik berada di luar Muhammadiyah.”

Muhammadiyah lahir sebagai respon dari maraknya pendidikan netral yang bercorak barat, Kristen dan Freemasonry. Apalagi sekolah Kristen yang mendapat subsidi pemerintah pada perkembangannya kerap melakukan upaya Kristenisasi, dengan sokongan politik Kristenisasi Belanda yang terkenal dengan istilah ”Kerstening Politik” (Politik Kristenisasi). Di antara program Kerstening Politik yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1910 adalah diadakannya aturan ”Sirkuler Minggu”, dimana tidak ada yang boleh menyelenggarakan kegiatan kenegaraan, sekolah, dan aktivitas pasar pada hari minggu. Kebijakan ini ditentang oleh aktivis Islam yang tergabung dalam Sarekat Islam, termasuk juga ditentang oleh KH Achmad Dachlan.
Di antara sekolah netral yang didirikan kelompok Mason adalah Frobel Scholen dan Neutrale Hollandsch Inlandsche Scholen di Yogyakarta. Sekolah-sekolah mereka dibekingi oleh para Mason Jawa dan Eropa yang tergabung dalam Neutrale Onderwijs Vereniging (Perhimpunan  Pendidikan Netral).Orang –orang yang menjadi pengurus Neutrale Onderwijs adalah: Dr. D.I de Vries Robles (ketua), R.R Nitidipoero (Wakil Ketua), A.J.P Doom (Bendahara), A. Van Hoypusen (Sekretaris I), R.M Brotoadmodjo (Sekretaris II), dan para komisaris yang terdiri dari: A.B David, Mr. F.W Pynacker Hordijk, W.F.J Schilham, P.A Soerjahadiningrat, R.M.P Gondoatmodjo, dan R.T Wrjo Dirdjo.
Berbeda dengan Taman Siswa, Muhammadiyah mempunyai tujuan keislaman yang jelas, yaitu: ”Pertama: Menjebarkan pengadjaran Igama Kandjeng Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam kepada pendoedoek boemipoetra di dalam residentie Djokjakarta.” Kedua, ” Memadjukan hal Igama anggauta-anggautanya.”.
KH Achmad Dahlan adalah sosok ulama yang faqih, yang peduli terhadap nasib umat Islam terutama dalam bidang pendidikan. Ia pernah bermukim di Makkah untuk menimba ilmu. Pada saat pemerintah Hindia Belanda berupaya membendung pengaruh orang-orang yang baru pulang haji dari Makkah dan melarang masuknya buku-buku keislaman, yang dituding membawa ajaran Pan-Islamisme, KH Achmad Dahlan berupaya melakukan perlawanan dengan menyelundupkan buku-buku Islam, termasuk Majalah Al-Manar dan Al-Urwatul Wutsqa yang sangat berpengaruh saat itu. KH Achmad Dahlan menyelundupkannya masuk lewat pelabuhan di Tuban, kemudian membawanya ke Yogyakarta.
Di saat Belanda mengeluarkan kebijakan Kerstening Politik (Politik Kristenisasi) dalam bidang pendidikan dan kelompok Freemasonry juga berupaya memberikan pengaruh lewat bidang pendidikan yang bercorak barat dan netral, KH Achmad Dahlan berupaya melakukan upaya perlawanan dengan mendirikan Muhammadiyah. Sebuah organisasi yang sampai saat memiliki peranan penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Jadi, siapa yang pantas untuk diberi gelar Bapak Pendidikan Nasional, KH Achmad Dahlan atau KH Hadjar Dewantara? Siapa yang pantas diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, Muhammadiyah yang sudah berkiprah selama satu abad hingga kini atau Taman Siswa? Tulisan sederhana ini mengajak kita semua untuk jujur pada sejarah, sehingga tinta sejarah yang tertoreh begitu jernih, tidak buram, apalagi dimanipulasi!

Sumber : voa-islam.com dan http://ats-tsaqofah.blogspot.com/2010/05/pelopor-hardiknas-itu-muhammadiyah.htm

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.